Komisi II DPRD Rembang Kunjungi Desa Sriombo Bahas Penemuan Arca Kepala...

Sabtu ,(1 /11/2018 ) di desa Sriombo kedatangan tamu dari komisi II DPRD Rembang yang di hadiri tiga fraksi PPP, PKB, Demokrat dan Nasdem. Selain...

Candi Ratna Pangkaja Berubah Jadi Pohon Serut

Petilasan candi Ratna Pangkaja di dukuh Semangu , desa Jolotundo Lasem. Kini yang bisa dijumpai hanya pohon Serut besar. Kemungkinan candinya tertimbun di bawah...

Sayyid Hamzah as-Syato, Penyebar Islam di Sedan

Setiap tanggal 23 Muharrom, masyarakat Sedan dan sekitarnya memperingati haul ulama’ karismatik Sayyid Hamzah as-Syato. Ribuan orang tumblek bek dalam haul tersebut. Mereka datang dari...

Mbah Ma’shum

Makam Sunan Bonang

Masjid Jami Lasem

Situs Watu Lawang Gunung Bugel Pancur

Lokasi   : Berada di lereng selatan gunung Bugel dan 300 M sebelah barat situs pancuran Tiyang. Situs   : Berupa tebing yang kelihatan pecah, menyerupai pintu...

Catatan Achlis Tentang Nana Sugianto

Hari Rabo tgl 4 Januari 2019, kebetulan saya ada keperluan ke Rembang. Setelah selesai, saya tidak langsung pulang, tapi mampir di warung kopi dan...

Nana Sugianto Dalam Kenangan Koh Lam

Sosok Lo Djeng Thiam yang akrab di panggil Nana Sugianto seorang penggiat sejarah lasem yang aktif di komunitas LKCB ( lasem kota cagar budaya...

TERBARU

Pluralitas Perjuangan Rakyat Lasem

Pagelaran Seni Kontemporer Kolosal Lasem Oleh: Abdullah, S.IP, Ketua Padepokan Sam Bua (Seni Budaya Asmaulhusna), Lasem Kab.Rembang Tanggal 10 Nopember 2011 adalah hari pahlawan. Pada tanggal...

Culture

Asal Mula Wayang Krucil Lakon Panji Lasem

Dalam Carita Sejarah Lasem diceritakan Pangeran Tejakusuma IV manjadi Adipati Lasem sampai tua dan meninggal, sejak tahun jawa 1604 sampai tahun 1637. Memerintah dengan...

Wayang Krucil

Wayang krucil dari bahan kulit dan berukuran kecil sehingga lebih sering disebut dengan Wayang Krucil. Wayang ini dalam perkembangannya menggunakan bahan kayu pipih (dua...

Wayang Bengkong

Wayang Bengkong merupakan wayang langka yang diwarisi oleh sebuah keluarga. Keberadaan wayang ini masih terpelihara sangat baik oleh sebuah keluarga di Desa Kajar. Wayang...

REKOMENDASI

Puncak Argopuro Lasem

Di Lasem terdapat pegunungan Lasem dengan puncaknya bernama Argopuro yang bisa anda daki bersama kerabat dekat anda. Pemandangann di puncak pegunungan pun tak kalah indahnya...

Accomodation

Ragam Heritage

Misteri Situs Batu Tapak Kaki Manusia di desa Sriombo

Berawal dari cerita penggembala kepada Niam Mutashowifin penerima beasiswa unggulan 2011 Universitas Negeri Malang alamat rumah Desa Bonang Lasem dan sumber-sumber lain, bahwa pada...

Kisah Lasem Didirikan oleh Ki Welug

Dalam kitab Sejarahe Kawitane Wong Jawa dan Wong Kanung diceritakan kota Lasêm-Argasoka atau Kekuwuan Lasem adalah nama sebuah kota kuno (kekuwuan) yang berdiri di...

Ragam Nature

Pulau Gede di Rembang

Watu Congol

Profile LKCB

Dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan nasional secara utuh khususnya di Kabupaten Rembang, maka banyak hal-hal yang harus diperhatikan dan diperlukan penanganan khusus. Untuk itu berbagai masalah harus segera diselesaikan dan ditindaklanjuti. Termasuk dalam hal ini adalah pelestarian cagar budaya dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang kurang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Namun masalah tersebut bukanlah masalah yang mudah dan ringan untuk dijawab atau diselesaikan, karena akan melibatkan beberapa pihak yang terkait serta memerlukan banyak tenaga, pikiran, dan bahkan membutuhkan penanganan khusus. Oleh karena penyatuan visi dan misi demi tercapainya maksud dan tujuan di atas..

Geografi, Pemerintahan, Demografi

Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang. Lasem  dikenal sebagai kota santri, kota pelajar dan salah satu daerah penghasil buah jambu dan mangga selain hasil dari laut seperti garam dan terasi. Batik Lasem sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani.

Wisata Batik, Wisata Belanja, Wisata Religi, Wisata Sejarah

Lasem terkenal sebagai Kota Batik terutama Batik Tulis Laseman. Hampir di setiap desa dijumpai pengrajin batik. Selain itu juga terdapat di beberapa desa di sekitar Lasem yang terkenal sebagai desa wisata Batik

Masjid Jami’ Lasem, Lasem Kota Ilmu

Sejak dahulu kota kecamatan ini terkenal sebagai Kota Santri. Peninggalan pesantren-pesantren tua di kota ini dapat kita rekam jejaknya hingga sekarang. Banyak ulama-ulama karismatik yg wafat di kota yg terkenal dgn suhu udara yg panas ini. Sebut saja Sayid Abdurrahman Basyaiban (Mbah Sambu) yang kini namanya dijadikan jalan raya yg menghubungkan Lasem–Bojonegoro, Baidhowi, KH. Khalil, KH. Maksum, KH. Masduki dll. Sebagian makam tokoh masyarakat Lasem ini dapat anda jumpai di utara Masjid Jami’ Lasem. Maka tidak berlebihan jika Lasem berjuluk sebagai kota santri, mengingat banyaknya ulama, Pondok Pesantren dan jumlah santri yang belajar agama islam di kota ini.

Pada masa kerajaan Lasem, Pada masa kadipaten Lasem,

Situs Kapal Kuno di Punjulharjo, terletak di bagian barat Sungai Kahiringan. Dulu daerah ini masih masuk kawasan Lasem, namun sekarang terletak di Kec.Rembang. Kapal yang ditemukan merupakan Bangaki Kapal Utuh beserta perabotan dan arca kepala, berdasarkan perhitungan secara radiokarbon diketahui bahwa kapal dari abad ke-7 M.

This is custom heading element

Kerajaan Lasêm adalah nama sebuah kerajaan bawahan Majapahit yang berdiri di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-14. Kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah baik yang bercorak Hindu, Buddha, maupun Islam, namun pada masa penjajahan Belanda peninggalan yang ada di Lasem dihancurkan oleh Belanda (Naskah Carita ‘Sejarah’ Lasem). Kerajaan Lasem berganti statusnya menjadi Kadipaten Lasem pada abad ke-15 sepeninggalan Pangeran Wiranegara.

Daftar Raja Lasem

Pada saat Pangeran Wiranagara wafat, pemerintahan dipegang oleh istrinya yaitu Nyi Ageng Maloka putri Sunan Ampel dan pusat pemerintahan dipindah kembali ke Bhumi Lasem depan Puri Kriyan dengan gelar Adipati Lasem. Ia dibantu oleh sanak saudara dari pihak suami, Pangeran Santipuspa putra Tumenggung Wilwatikta Mpu Santibadra.