Pada hari rabu (10/10/2019) LKCB mengunjungi situs Leran di Kec.Sluke. Perjalanan dari Lasem sekitar 10 menit. Situs leran letaknya sebelum PLTU Sluke .

Setelah melewati rumah penduduk sampailah di pinggir pantai Leran . Oleh nelayan setempat diberitahu lokasi penemuan kerangka manusia pra sejarah di pinggir pantai.

Situs Leran 2018

Ketika sampai di bibir pantai itu, terlihat kondisi pantai berantakan. Di tanah yang tadinya terdapat serpihan tulang manusia prasejarah terlihat bersih, terkikis habis kena abrasi. Di pantai terlihat tumpukan sampah plastik dan kotoran lainnya, namun tidak terlihat tulang belulang manusia bersejarah.

Sekitar tahun agustus 2014 , penulis pernah mengunjungi Leran, saat itu bibir pantai masih terlihat utuh, belum terlalu menjorok ke daratan. Kini pantai terlihat menganga atau “growong” (bhs jawa) , sehingga pantai semakin lebar.

Situs L:eran 2014

Sebelumnya tahun 2013 , petugas Balai Arkeologi Yogjakarta, Gunadi mengaku khawatir makam manusia pra sejarah yang hidup 2.640 tahun lalu di pinggir pantai desa Leran Kec. Sluke akan lenyap digulung ombak.

Selain faktor cuaca buruk, ia menduga keganasan ombak juga dipicu oleh dermaga pelabuhan PLTU.

Dalam wawancara dengan MataAirRadio.net, Jumat, 7 Desember 2012, tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta menyatakan situs berupa kerangka manusia yang ditemukan di Pantai Leran Kecamatan Sluke memiliki kemiripan dengan situs serupa yang pernah ditemukan di kawasan Amerika Latin.

Koordinator Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Gunadi kepada reporter MataAir Radio sesaat sebelum bertolak dari Rembang ke Yogyakarta, Jumat (7/12) siang menjelaskan, pernyataan itu dilihat dari bentuk gigi seri bagian depan yang dipasah atau dipangur menjadi bentuk bertingkat seperti bunga melati.

Tulang manusia pra sejarah di situs Leran tahun 2014

Gunadi menyebutkan, temuan kerangka manusia seperti di Pantai Leran itu, terbilang cukup langka di Indonesia, bahkan satu-satunya. Namun, keberadaan situs peninggalan zaman neolitikum itu terancam musnah akibat abrasi ganas di pantai setempat.

Ia juga menyebut, penemuan kerangka manusia di Pantai Leran dan tengkorak manusia di Pantai Binangun sebagai temuan signifikan sepanjang aktivitas penelitian di Kabupaten Rembang yang berlangsung selama seminggu sejak 30 November 2012.

Koordinator Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Gunadi menambahkan, khusus tentang temuan situs kerangka manusia di Pantai Leran, pihaknya menduga pantai setempat merupakan kawasan pemakaman di zaman neolitikum.

Dugaan Gunadi tersebut didasarkan pada temuan banyak serakan tulang-tulang manusia dari zaman prasejarah di wilayah Pantai Leran. Peneliti senior Balar ini bahkan menduga ada puluhan manusia neolitik yang dikubur di pantai tersebut.(rakyan /berbagai sumber)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)