Abdullah Hamid, pemerhati budaya Lasem yang juga pengurus perpustakaan Masjid Lasem mengatakan pihak Museum Arkeologi Nasional pernah datang melakukan penelitian di Masjid Jami’ Lasem, bersama dengan peneliti asal Perancis, Veronic.

” Petugas Arkeologi Nasional tertarik dengan Mustoko Masjid Lasem yang diperkirakan buatan tahun 1588 Masehi, karena tergolong sangat langka. Banyak data yang digali seputar Mustoko tersebut. Kebetulan Mustoko sudah cukup lama diturunkan dari atas masjid dan diletakkan di tempat khusus,”ujarnya di masjid Lasem beberapa waktu yang lalu.

Mustoko masjid lasem

Dijelaskannya, Veronic dari Perancis selama ini backgroundnya merupakan peneliti sejarah Hindu. Ia juga turut mengamati secara detail, satu per satu benda – benda temuan terbaru, kemudian dikaitkan dengan peninggalan sejarah yang lebih dulu ada di sekitar Masjid.

Veronic memperkirakan pada masa itu di Lasem pengaruh agama Hindu masih kuat. Ketika agama Islam masuk, tidak langsung frontal memaksa masyarakat untuk memeluknya. Tapi tidak meninggalkan kultur budaya Hindu. Justru perpaduan budaya kedua agama menyatu, menunjukkan tingginya toleransi. Beberapa bukti yang ada, terlihat dari bentuk Mustoko dan nisan makam yang mengadposi budaya Hindu.

Pihak Arkeologi Nasional dan Veronic memprediksi temuan di Masjid Lasem merupakan gambaran dari masa ke masa, antara abad ke XV hingga abad XVII. “Mereka berpesan untuk serius menjaganya,”ungkapnya.

Sementara itu Ki Ageng Masud Thoyib, budayawan yang juga mantan manager budaya TMII menerangkan bahwa Mustoko masjid Lasem adaalh perpaduan maas Hindu-Islam.

“Saya telah melihat sendiri, di mustoko itu tergambar Kala atau Bethara Kala dari ajaran hindu yang artinya manusia akan dimakan kala atau waktu atau jaman,”ungkapnya.(Javakrisna)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)