Lokasi yang diduga keraton Dewi Indu , Bhre Lasem, berdasarkan Carita Sejarah Lasem  sekarang jadi Panti Asuhan di jalan raya Lasem-Tuban.

 

Dalem Kraton Bhre Lasem Dewi Indu di kraton Kriyan di tata dengan berbagai hiasan, landasan Saka-Guru dari Watu Selad yang dipahat dan diukir dengan motif Kembang Tunjung, langit-langit penuwun (atap) dhada-peksi tumpang-sari bertingkat tujuh, ganja pipilan curi lumah kurep; rumah Gebyok dihiasi ukiran pending melati selangsang.

Dindingnya dari batu bata persegi yang besar-besar dan halus, kepala rumah terpayungi dengan atap papan dengan wuwungan ditutup dengan gendheng(atap rumah dari tanah liat) yang diukir cantik.

Kraton Dalem bertempat di bumi Kriyan, taman-sari balekambang Kamalaputri berada di sebelah tenggara Kraton; banyak pohon kamal-tropong yang tumbuh lebat.

 

Sepanjang kerajaan banyak ditanami pohon sawo kecik, setiap perempatan dan pertigaan jalan ditanam pohon beringin. Setiap halaman rumah tampak pohon kelapa gadhing punyung sepasang, yang buahnya bergelantungan, lebat dan berjejal-jejalan .

 

Tersisipi bunga-bunga beraneka warna ; mawar, melati, gambir, ketongkeng, arumdalu (sedap malam), kemuning dan pacar printhil. Di sebelah kanan kiri rumah ada pohon sawo manela, mangga golek, jambu lumut dan jambe.

 

Di pekarangan desa berjajar pohon-pohon dengan buah bergelantungan; pohon nangka, blimbing, kelapa dan lain sebagainya. Sepanjang kebon, ladang, ditanami pohon bogor (pohon siwalan); menghasilkan legen (nila pohon siwalan), siwalan dan lontar.

 

Dari kitab Carita Sejarah Lasem adanya kandungan sejarah, pada bagian awal kitab itu dinyatakan bahwa pada tahun Śaka 1273 (1351 M) yang menjadi penguasa Lasem adalah Ratu Dewi Indu, adik sepupu Prabu Hayam Wuruk yang sedang berkuasa di Wilwatikta (Majapahit).

 

Ia bersuamikan Pangeran Rajasawardana yang menjadi dhang puhawang Wilwatikta, berkuasa atas jung-jung perang Wilwatikta di pelabuhan Kaeringan dan pelabuhan Regol di Lasem. Tokoh ini juga merangkap menjadi adipati di wilayah Matahun, demikian tutur CSL (CSL 1985: 10).

Berita tersebut ternyata sejalan dengan uraian kakawin Nāgarakrtāgama yang menyatakan bahwa pada zaman pemerintahan Hayam Wuruk (1350—1389 M) Bhre (Bhattara i) Lasem ialah Śrī Rājasaduhitendudewī (Nag.5:1).

Nāgarakṛtāgama selanjutnya menyatakan bahwa Śrī Rājasaduhitendudewī (Dewi Indu) bersuamikan Bhre Matahun yang bernama Rājasawarddhana (Nag.6:1) atau julukan lainnya dalam kitab Pararaton ialah Raden Larang (Harjowardojo 1965: 51).

Dalam prasasti Waringin Pitu (tahun 1369 S/1447 M), negara daerah Lasem tidak disebut-sebut lagi, mungkin wilayah Lasem sudah digabungkan dalam sistem pemerintahan negara daerah Matahun, mengingat suami Śrī Rājasaduhitendudewī, yaitu Rajasawardana penguasa wilayah Matahun (Djafar 1978: 120).(CSL/Dohan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)