Adik perempuan Hayam Wuruk, Bhre Lasem, menikah dengan Raja Matahun Rajasawardhana; sedangkan adik termuda, Bhre Pajang, menikah dengan Raja Paguhan Singawardhana.

Bhre Lasem menurunkan putri bernama Nagarawardhani, yang kemudian dinikahkan dengan putra Hayam Wuruk dari selir, bernama Bhre Wirabhumi.

Pararaton memberitakan bahwa Bhre Wirabhumi nikah dengan “Bhre Lasem sang Alemu” (Bhre Lasem yang gemuk). Dengan begitu, Nagarawardhani dalam Nagarakretagama itu sama dengan Bhre Lasem Sang Alemu dalam Pararaton.

Ada pun Bhre Pajang menurunkan putri Surawardhani yang memerintah di Pawanuhan dan Wikramawardhana alias Bhre Mataram. Wikramawardhana menikah dengan Kusumawardhani, anak gadis Hayam Wuruk dengan Indudewi, putri Raja Wijayarajasa. Pararaton menyebut Kusumawardhani sebagai Bhre Lasem Sang Juwita.

Berikut Nagarakretagama pupuh VI melukiskan kedua adik perempuan Hyam Wuruk beserta suaminya masing-masing.

1.Telah dinobatkan sebagai raja tepat menurut rencana. Laki tangkas Rani Lasem bagai raja daerah Matahun. Bergelar Rajasawardana, sangat bagus lagi putus dalam naya.Raja dan rani terpuji laksana Asmara dengan Pinggala.
2. Sri Singawardana, rupawan, bagus, muda, sopan, dan perwira.Bergelar raja Paguhan, beliaulah suami Rani Pajang. Mulia pernikahannya laksana Sanatkumara dan Dewi Ida. Bakti kepada raja, cinta sesama, membuat puas rakyat.
3. Bhre Lasem menurunkan putri jelita Nagarawardani. Bersemayam sebagai permaisuri pangeran di Wirabumi. Rani Pajang menurunkan Bhre Mataram Sri Wikramawardana.Bagaikan titisan Hyang Kumara, wakil utama Sri Narendra.
4. Putri bungsu rani Pajang memerintah daerah Pawanuhan. Berjuluk Surawardani, masih muda indah laksana lukisan. Para raja pulau Jawa masing-masing mempunyai negara. Dan Wilwatikta tempat mereka bersama menghamba Sri Nata.(berbagai sumber/rakyan)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)