Bekas rumah Bupati Suroadimanggolo   III di desa Tulis,  tidak terawat. Rumah saksi bisu sejarah itu ditempati warga namun terlihat tidak diperhatikan.

Ketika berkunjung ke sana beberapa waktu yang lalu, terdapat jemuran melintang di teras rumah. Meski acak-acakan namun masih terlihat sisa  bangunan kolonial yaitu jendela yang lebar dan pintu yang besar kokoh.

8

Di Carita Sejarah Lasem diceritkan,  pada masa pemerintahan Kadipaten Lasem di pegang oleh kekuasaan Bupati SuroadimanggoloIII, pemerintahan yang dibuat oleh Belanda Kumpeni Semarang, lantas lahirlah cerita yang salah, yang diselewengkan, yang dibolak-balik, dirubah dari yang sebenarnya. Nama Putri Malokhah dan Putri Campa Bi Nang Ti dan semua keturunannnya dijelek-jelekkan oleh manusia yang begitu benci. Dikarang, dibuat cerita oleh orang-orang yang begitu mabuk kekuasaan. Mabuk surga dan licik akalnya ; mencuri cerita, nekat menghancurkan dan berani menerjang peraturan ; berani mengarang cerita asal-asalan demi kepentingannya masing-masing.(dohan)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)