Kuliner yang tersedia di Kota Lasem banyak corak dan jenisnya. Mulai dari urap Latoh (nama latin: Caulerpa Lentillifera), lontong tuyuhan, sate srepeh, mrico, manyung, dumbeg termasuk kopi lelet. Kuliner tersebut sudah umum masyarakat mengenalnya.

Namun ada satu kuliner yang sesungguhnya asli dan khas Lasem yang perlu dilestarikan—Janganan—kuliner ini sepintas hampir mirip dengan pecel namun sesungguhnya sangat berbeda sekali.

Salah satu penjual ‘Janganan’, para pelanggan setianya menyapa dengan sebutan “Mbak Titik Gaul” ada di jalan Kajar desa Sumbergirang.

Janganan—sebagaimana dituturkan Mbak Titik Gaul—terdiri dari 3 (tiga) bumbu. Pertama, bumbu rujak.

Kedua, bumbu kudapan parutan kelapa yang masih muda dicampur Lombok, dan Ketiga, kuah dari gula jawa dicampur sama buah asem.

Adapun sayurannya terdiri dari 3 (tiga) sayauran: Kecamba, potongan kacang panjang, dan potongan Kuliner yang tersedia di Kota Lasem banyak corak dan jenisnya. Mulai dari urap Latoh (nama latin: Caulerpa Lentillifera), lontong tuyuhan, sate srepeh, mrico, manyung, dumbeg termasuk kopi lelet. Kuliner tersebut sudah umum masyarakat mengenalnya.

Namun ada satu kuliner yang sesungguhnya asli dan khas Lasem yang perlu dilestarikan—Janganan—kuliner ini sepintas hampir mirip dengan pecel namun sesungguhnya sangat berbeda sekali.

Salah satu penjual ‘Janganan’, para pelanggan setianya menyapa dengan sebutan “Mbak Titik Gaul” ada di jalan Kajar desa Sumbergirang.

Janganan—sebagaimana dituturkan Mbak Titik Gaul—terdiri dari 3 (tiga) bumbu. Pertama, bumbu rujak.

Kedua, bumbu kudapan parutan kelapa yang masih muda dicampur Lombok, dan Ketiga, kuah dari gula jawa dicampur sama buah asem. Adapun sayurannya terdiri dari 3 (tiga) sayauran: Kecamba, potongan kacang panjang, dan potongan kangkung. Dari sayuran tersebut lalu diatasnya dikasih bumbu.

Saat mau disantap terlebih dahulu antara sayuran dan bumbu diaduk hingga merata, setelah itu siap untuk dinikmati. Rasanya ada 3 rasa:-manis-pedas-kecut. Woow luar biasa!

Soal Kuliner yang tersedia di Kota Lasem banyak corak dan jenisnya. Mulai dari urap Latoh (nama latin: Caulerpa Lentillifera), lontong tuyuhan, sate srepeh, mrico, manyung, dumbeg termasuk kopi lelet. Kuliner tersebut sudah umum masyarakat mengenalnya.

Namun ada satu kuliner yang sesungguhnya asli dan khas Lasem yang perlu dilestarikan—Janganan—kuliner ini sepintas hampir mirip dengan pecel namun sesungguhnya sangat berbeda sekali.

Salah satu penjual ‘Janganan’, para pelanggan setianya menyapa dengan sebutan “Mbak Titik Gaul” ada di jalan Kajar desa Sumbergirang.

Janganan—sebagaimana dituturkan Mbak Titik Gaul—terdiri dari 3 (tiga) bumbu. Pertama, bumbu rujak.

Kedua, bumbu kudapan parutan kelapa yang masih muda dicampur Lombok, dan Ketiga, kuah dari gula jawa dicampur sama buah asem. Adapun sayurannya terdiri dari 3 (tiga) sayauran: Kecamba, potongan kacang panjang, dan potongan kangkung. Dari sayuran tersebut lalu diatasnya dikasih bumbu.

Saat mau disantap terlebih dahulu antara sayuran dan bumbu diaduk hingga merata, setelah itu siap untuk dinikmati. Rasanya ada 3 rasa:-manis-pedas-kecut. Woow luar biasa!

Soal harga amat terjangkau murah tur meriah hanya Rp. 3000,-, pelanggannya mulai dari pegawai kantoran negara, swasta, ibu rumah tangga, remaja, pendek kata semua lapisan sangat menyukai.

Itulah—janganan—potret lain kuliner khas Kota Lasem yang hingga kini masih disukai segenap masyarakat. Monggo. (pedias) amat terjangkau murah tur meriah hanya Rp. 3000,-, pelanggannya mulai dari pegawai kantoran negara, swasta, ibu rumah tangga, remaja, pendek kata semua lapisan sangat menyukai.

Itulah—janganan—potret lain kuliner khas Kota Lasem yang hingga kini masih disukai segenap masyarakat. Monggo. (pedias). Dari sayuran tersebut lalu diatasnya dikasih bumbu.

Saat mau disantap terlebih dahulu antara dan bumbu diaduk hingga merata, setelah itu siap untuk dinikmati. Rasanya ada 3 rasa:-manis-pedas-kecut. Woow luar biasa!

Soal harga amat terjangkau murah tur meriah hanya Rp. 3000,-, pelanggannya mulai dari pegawai kantoran negara, swasta, ibu rumah tangga, remaja, pendek kata semua lapisan sangat menyukai.

  1. Itulah—janganan—potret lain kuliner khas Kota Lasem yang hingga kini masih disukai segenap masyarakat. Monggo. (Pedias)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)