Sumur yang sekarang terletak dibelakang balai desa Jolotundo ini dulu adalah sumber air satu – satunya untuk komplek Banjar Mlati dan sekitarnya.

Tersebutlah nama Ke Tong Dhaw, salah satu imigran asal negeri Champa yang saat itu bersama – sama dengan rombongan Bi Nang Un yang hijrah ke Lasem, yang membuat sumur ini (1335 Syaka).

Diceritakan disamping membuat sumur Jolotundo yang sumber airnya seperti air mancur dan Sendang Jolotundo serta Kebun Widara (Pohon yang buahnya mirip buah Apel).

Ke Tong Dhaw juga membuat kampung di selatan yang sekarang disebut kampung Ketandan merujuk pada namanya Ke Tong Dhaw.

Semua tempat – tempat tersebut diatas sekarang berada di Desa Jolotundo. Berhadapan dengan dukuh Semangu – desa Karangturi yang dulu disebut Banjar Mlati. Tempat dimana dulu keluarga Bi Nang Un dan seluruh rombongannya yang dari negeri Champa tinggal.

Sekarang sumur Jolotundo ini masih dipergunakan masyarakat sekitar untuk kebutuhan air mereka sehari – hari. Dan anehnya walaupun dimusim kemarau yang panjang sekalipun sumur ini tidaklah pernah kering.
(Nana’s)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)