Di kitab Sejarahe Wong Jawa dan Wong Kanung diceritakan telah beberapa tahun , Ki Wêlug -pendiri kota Lasem tinggal di bumi Sumbêrsili. Kampung ini semakin lama semakin maju dan semakin ramai.
Sekitar tahun 870 M, seseorang dari Negeri Siam mendarat di pesisir barat Gunung Argasoka, tepatnya di Sunglon èrèng-èrèngé Pongol pesisir tersebut dan membuat permukiman di sana. Seiring berjalannya waktu, kampung tersebut diberi nama Pèrèng.
 Dia yang datang dari |Thailand|Negeri Siam]] itu adalah seorang Bhikku Buddha bernama Gam Swi Lang. Ia dan masyarakat Kanung yang tinggal di situ kemudian membangun Sanggar dan Pasraman di daerah selatan Pèrèng, menghadap ke barat.
Masyarakat menyebut Pasraman itu Gambiran, diambil dari nama Gam Swi Lang berubah pelafalan menjadi Gambiran. Eyang Gam Swi Lang mengajarkan ajaran Buddha-Kanung. Rombongan Gam Swi Lang dan masyarakat Kanung banyak yang menikah dan hidup rukun berdampingan.
Pada tahun 880 M, tepatnya 10 tahun semenjak Eyang Gam Swi Lang mendarat di Pèrèng, Ki Wêlug menemui Bhikku Gam Swi Lang untuk belajar ilmu Agama Buddha dan ilmu-ilmu lainnya. Setelah mengenyam banyak ilmu dan dianggal lulus, Ki Wêlug diwisuda sebagai Pujangga dan mendapat gelar kapujanggan yaitu Mpu Widyabadra.(dohan)

 

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)