Diceritakan di kitab Sejarahe Wong Jawa dan Wong Kanung  bahwa orang-orang tani-ngothèk Sumbêrsili diajak Ki Wêlug-pendiri kota Lasem- untuk membuat batu bata berukuran besar dibuat tembok untuk menanggul sumber mata air yang luber membanjiri desa.
Air tersebut dialirkan menuju Sungai Sêmangu dan Kêmandhung lalu merembet ke Sungai Têgalamba dan menuju rawa Narukan.
Selain itu, Ki Wêlug juga mengajarkan masyarakat menjadi Kundhi, membuat gerabah. Daerah tempat tinggal para Kundhi itu diberi nama Kundhèn.
Selain itu, masyarakat juga diajarkan menjadi Pandhé, tempat tinggalnya diberi nama Pandhéyan. Wanita-wanita kampung Kundhèn diajari membuat Ampo (makanan dari tanah liat), yang bahan tanah liatnya didapat di sekitar Palwadhak (lereng utara Gunung Bugêl) yang terdapat lempung kete-kuning yang apabila dibuat Ampo rasanya agak gurih.
 Sementara itu, Tani-pokol Têgalamba diajarkan cara menanam Padi yang tanpa membutuhkan banyak air. Bibitnya didapat dari sumbangan orang-orang Siam, padi itu dinamakan Pari Gågå-rancah. Beras yang dihasilkan disebut Krōtōg.
Ki Wêlug diwisuda sebagai Pujangga dan mendapat gelar kapujanggan yaitu Mpu Widyabadra. Setelah pulang ke tempat tinggalnya, ia mengajarkan Ilmu-Karya kepada masyarakatnya.
Orang-orang Sumbêrsili diajarinya membuat makanan unik, yaitu: 1. Manisan yang dibuat dari Buah Kêmala (asam-red)  yang diberi gula.
2. Olahan lauk-pauk yang dibuat dari ikan rawa yang sudah dibersihkan lalu dimasukkan ke dalam klêthing (wadah) ditumpuk-tumpuk bersama nasi jagung dan garam, kemudian diperam 5 hari sampai terjadi fermentasi dan baunya busuk. Makanan ini dinamakan Bêkasêm atau Masin.
Masyarakat membuatnya bothok dan dicampur dengan krambil muda yang sudah diparut, dijadikan lauk dimakan bersama nasi jagung dan sayur elung atau sayur asem kangkung.

Setelah makan, mereka bersendawa sambil berseru, ” Hwaeeek… Aduh Sémboook sêgêré!!!”

Kemudian mereka memakan manisan Kêmala sambil bersantai tanpa pakaian atas karena keringatnya gêmrobyos, diterpa angin semilir dari Gunung Bugêl, membawa aroma bunga-bunga yang harum menenangkan pikiran.(rakyan)

1 KOMENTAR

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)