Berawal dari cerita penggembala kepada Niam Mutashowifin penerima beasiswa unggulan 2011 Universitas Negeri Malang alamat rumah Desa Bonang Lasem dan sumber-sumber lain, bahwa pada era tahun 1960-an di desa Sriombo Kec. Lasem Kab. Rembang sudah ditemukan beberapa peninggalan batu tapak yang keberadaanya belum banyak diketahui warga.

Batu tapak yang dimaksud adalah batu berukuran besar yang dipermukaanya terdapat bekas tapak kaki manusia, yang keberadaanya menyebar d isekitar Ds.Sriombo. tepatnya di Ds.Sriombo bagian tenggara,bagian timur laut dan dibagian utara Ds.Sriombo.

“Dia bersama Sunardi warga Sriombo mencari kebenaranya, dan terbukti menemukan dua batu tapak yang masih utuh dan satu batu tapak yang rusak, terkelupas tepat dibagian tapak kakinya, sepertinya ada yang sengaja merusaknya,”kata penggiat sejarah Lasem , Abdullah Hamid beberpa waktu lalu.

Dijelaskannya, batu tapak yang masih utuh ialah di bagian tenggara desa. Sriombo di atas batu besar berbentuk tapak kaki kiri berukuran tapak kaki orang dewasa. Di sebelah timur laut desa. Sriombo tapak kaki ini berbentuk kaki kanan yang ukuranya sedikit kecil seperti tapak kaki anak-anak.

“Jika dilihat dari bentuknya,tapak-tapak ini tidak mungkin dibuat oleh tangan-tangan manusia biasa yang hanya iseng buat kerajinan atau pahatan. Sehingga menurut penuturan penduduk setempat ada yang menghubungkan tapak-tapak ini dengan legenda Sunan Bonang dan Blacak ngilo,”ucapnya.

Sunardi sendiri berpendapat batu-batu tapak tersebut adalah tapak-tapak kaki yang ditinggalkan oleh Raja-Raja di zaman hindu kuno seperti yang terdapat di sumatra, Bogor,  Jawa Barat (mirip tapak Raja Purnawarman hanya saja yang di Bogor itu ada prasastinya), dan Trowulan Jawa Timur. Bahkan kemungkinan besar tapak-tapak ini tidak terlepas dari sejarah Kadipaten Lasem pada masa kerajaan Majapahit,

Ia membeberkan banyak buku yang menceritakan penguasa Lasem pertama yaitu Dewi Indu masih keluarga Hayam Wuruk atau Tribuana Wijaya tunggadewi.seperti serat Bodro santi, kitab Negara Kerta Gama dan Babat pararaton . Terlebih di Sriombo ini terdapat  dua  makam Adipati Lasem yaitu Wirobojro Adipati ke4 dan Wironegoro Adipati Lasem ke 5 tuturnya.

Abdullah yang merupakan  Ketua Padepokan Sambua menambahkan yang pernah ziarah ke makam keduanya, “Wiranegara adalah penyebar Islam pertama di Lasem, menetapkan Islam agama resmi istana,”tandasnya.

Prof Agus AM Pakar Sejarah dari Universitas Indonesia sepulang dari survey dari Lamongan dan Malang kemarin menyampaikan kepada Abdullah bahwa dirinya sebulan lalu pernah juga survei batu tapak ke lokasi Sriombo tersebut.

“Untuk memastikan itu tapak siapa dan tahun berapa masih menunggu penelitian lebih lanjut,”tukas Abdullah.(Hamid/dohan)

 

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)