Ditemukan dalam Carita Sejarah Lasem tertulis Kiai Ali Baidlowi atau Kiai Baidlowi I atau Ki Joyo Tirto pahlawan perang sabil Lasem melawan VOC tahun 1750 adalah wareng atau keturunan ke 5 Adipati Lasem Tejokusumo I atau mbah Srimpet.

Disebutkan beliau berasal dari Katumenggungan Lasem Pangeran Pusponegoro, Purikawak Pesantren Sumur Kepel, Sumbergirang. Persis dengan silsilah selama ini :

Mbah Srimpet -> (1) putrinya bersuami mbah Sambu-> (2) Abdul Alim)->(3) Abdul Barr ->(4) Abdul Latif->(5) Kiai Baidlowi I/Kyai Ali Baidlowi.

Dalam Serat Sabda Badra Santi, disebutkan salah satu tokoh penting perang kuning dengan nama Kiai Ali Badawi dari Purikawak (Sumbergirang), Imam Besar Masjid Jami’ Lasem.

Kiai Ali Badawi mendapat penegasan perannya karena selama ini sedikit diekspose dalam penulisan sejarah Lasem. Padahal penting untuk memberi pesan kepada generasi muda tentang nilai-nilai kepahlawanan, kebhinekaan dan persatuan.

Keturunan beliau yaitu Kyai Abdul Aziz bin Joyotirto adalah besan Kyai Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur Bapak Pluralitas Indonesia. Dari Nyai Khoiriyyah binti Hasyim Asy’ari yang menikah dengan Kyai Muhaimin bin Kyai Abdul Aziz.

Tanpa sengaja penulis juga menemukan pertautan nasab H.Syafii menantu Kyai Imron bin Syaikhona Kholil Bangkalan, putera Kyai Abdul Halim orang terkaya di Desa Mengarih Kec.Bungah Gresik. Memiliki tambak 700 ha, saking kayanya akan membuat lantai rumah, pekarangan dan jalan dengan uang logam gulden untuk tujuan menghina penjajah Belanda akhirnya dilarang.

Memiliki hubungan saudara dengan Kyai Abbas Malang, Kyai Aqib Leran Lamongan dan Kyai Abdul Hadi Langitan yang asal-usulnya masih keturunan Kyai Abdul Alim Desa Tuyuhan, yang menurut Kyai Mustaidi ada yang menyebut namanya Kyai Abdul Halim bin Mbah.Sambu. (Abdulah Hamid)

 

 

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)