Menelusuri jejak keberadaan negara Pucangsulo (Lasem) yang hanya berumur kurang lebih 50 tahunan (Antara tahun 385 – 471 Masehi) memang gampang – gampang susah. Apalagi bukti – bukti primernya konon telah terkubur dalam tanah akibat bencana yang terjadi di tanah Lasem dan sekitarnya kala itu.

Sebuah candi di gunung Pucangan – kec Pancur mungkin yang masih tersisa dari semua bukti yang ditulis dalam bukti sekundernya,yaitu Buku Sejarah Kawitane Wong Jawa Lan Wong Kanung. Karena di reruntuhan candi tersebut pernah diketemukan Lingga – Yoni dan Arca Nandi yang sekarang berada di kantor Dinas Pariwisata Kab Rembang. Persis seperti yang dituliskan dalam buku.
Tapi apakah begitu mudahnya kita menetapkan hal itu sebagai sesuatu yang pasti? Tentu tidaklah demikian .. Biarlah pakar – pakarnya yang menentukan hal ini sesuai dengan ilmu yang beliau – beliau miliki.

Dalam kesempatan kali ini penulis mencoba untuk menelusuri jejak – jejak kebenaran keberadaan kerajaan Pucangsulo ini melalui kegiatan penambangan Belerang yang pernah dilakukan kerajaan ini di daerah Dieng (Kab Wonosobo dan Kab Banjarnegara) Dengan mencari bukti – bukti di Kab Batang yang sebagai jalan untuk mengangkut barang dagangan tersebut serta pasar penjualannya kepada pedagang China.

Ternyata antara Dieng dgn Kec Bawang,Kab Batang telah ada jalan kuno yang menghubungkan tempat tersebut. Dan jalan tersebut dinamai, “Jalan Budha”, dengan maksud jalan tersebut adalah jalan bagi pejiarah yang ingin ke Dieng lewat Batang.

Sementara itu dibawah Kec Bawang (yang ketinggiannya mencapai 900 mdpl) adalah kec Tersono. Ditempat ini ada persawahan yang dinamai ” Si Klenteng ” dan “Pecinan” dimana ditempat itu ditemukan ratusan benda pecah belah; Keramik China yang usianya setara dengan waktu penambangan Belerang tersebut. Di kec Tersono ini ada pula jalan kuno yang menuju ke Kec Bawang dan dinamai “Jalan Baru Klinting” , yaitu jalan yang digunakan Si Ular Baru Klinting ketika mencari ayahnya dalam sebuah legenda rakyat.

Kebawah lagi mendekati bibir pantai dimana prasati Sojomerto diketemukan. Prasasti ini menyebutka nama dan asal usul Dapunda Syailendra yang oleh banyak pakar sejarah diduga pendiri Wangsa Syailendra yang pernah berkuasa di Jawa. Dan kemungkinan adalah pelabuhannya kala itu.

(Bbs/Nana’s)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)