Tim dari LKCB yang diwakili Nursalim, Koh Lam dan Aclis Budiman menemui kepala desa Sriombo yang beberapa waktu lalu ditemukan batu bata besar di dalam tanah saat menggali untuk membuat gapura desa.

“Kami mulai komunikasi dengan mengantakan bahwa di desa Sriombo telah ditemukan benda cagar budaya berupa situs (diduga candi) yang diawali dengam rencana pembuatan gapuro desa , namun mendapatkan batu bata kuno,”jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/11/2018).

Ditambahkannya,”Kami mngusulkan rekomendasi awal sebaiknya kita segera ketemu bersama (penemu awal), teman-teman LKCB dan dari desa) untuk menuliskan siapa penemu awal dan lainnya,”ucapnya.

Kemudian rekomendasi kedua direncanakan digali sedalam ukuran batu bata yang ada sebanyak 7 titik untuk mngetahui apakah batas luas temuan tadi sampai ke tujuh titik itu.

“Jika temuan semakin luas, maka semakin heboh berita tentang temuan ini ibarat mancing dapat ikan paus, saya sampaikan seperti itu,”ucapnya.

Diuraikannya bahwa dari info yang hadir mnceritakan saat penggalian tower listrik ditemukan batu bata yang sama.

“Berarti kira-kira luas temuan batu bata yang ke utara (tiang tower listrik) kira-kira 5-7 meter. Kalo ini benar sangat heboh temuan baru ini, “ucapnya.

Dilanjutkannya, sambutan Pak Kades menanggapi masukan dari LKCB menyetujui , langsung melaksanakan pertemuan hari jum’at 23 nov 2018.

“Kami jam 9 pagi  hadir lebih awal karena pertemuan yang kita agendakan agar bisa menuliskan cerita awal temuan, lengkap dengan siapa yang pertama kali melihatnya untuk langsung dicatat di desa dan dibukukan sebagai berita resmi desa agar tidak melebar informasi awalnya,”paparnya.

Sementara itu Nana dari LKCB juga yang telah datang ke lokasi menceritakan, “Saya udah ke lokasi desa Sriombo yang ada batu bata besarnya di jalan masuk desa Sriombo dari arah Sujutan atau Keben, barat ke timur. Lokasi akan digunakan untuk gapura desa dengan galian berbentuk huruf L. Panjang +/- 3m,Lebar +/- 2m. Lebar galian +/- 1.5m. Kedalaman +/- 1.8m ,”ungkapnya.

“Batu yang sudah diangkat puluhan. Batu bata berada dikedalaman +/- 1m dr permukaan tanah tertata melebar,”urainya.

Menurut masyarakat setempat dulu ditempat itu ada gundukkan tanahnya tapi sekarang telah diambil masyarakat untuk tanah uruk dan sudah rata. Menilik dari cerita itu, kemungkinan lantai batu bata tersebut masih sangat lebar. (dohan)

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)