Ini adalah catatan perjalanan wisata religi kami; Grup Pemerhati sejarah LKCB (Lasem Kota Cagar Budaya) bersama dengan grup Alumni Bocah – Bocah SMP N 1 Lasem, Angkatan 1984. Pada tanggal 24 Desember 2018 di Pegunungan Lasem Utara.


 Agenda perjalanan kami disusun dimulai dari base camp di Dasun tepatnya di rumah Sutrisno. Kemudian ke Jatisari – Langgar – Senetan – Gedari – Gowak – Pelem – Sendang Asri – Sriombo dan berakhir di Daleman Sunan Bonang di desa Bonang. Rute yang aku sebut ini semua berada di pegunungan Lasem Utara tepatnya berada di Kecamatan Lasem dan Sluke. 


Puluhan makam dan petilasan leluhur akan kami datangi dan singgahi dalam perjalanan kami kali ini. Memang jarak yang akan kami tempuh tidaklah terlalu jauh,hanya puluhan kilo meter saja. 


Namun rute ini sangat menarik karena kita bisa menikmati pemandangan laut sekaligus panorama alam pegunungan yang mempesona mata dan hati kita.


 Kami berangkat dari base camp di Dasun kira – kira pukul 11:00 Wib dengan personel yang terdiri dari : Andre, Nana’s, Putut, Supari (Cak Pari), Yatmin, Sutrisno, dan Joko Daryanto (Jodar) serta Nanda (si fotografer kecil, putri dari Bpk Putut).


 Dengan mengendarai 4 Sepeda Motor kami menuju ke Jatisari – Sluke. Tepatnya ke makam Nyai Ageng Putri Sarijati yang konon masih saudara dari Sultan Mahmud; murid Sunan Bonang yang berasal dari Minangkabau, yang makamnya berada di Jejeruk desa Bonang, Lasem.


Setelah berdoa sejenak kami lanjutkan perjalanan ke makam Syeh Maulana yang berada persawahan penduduk dan dekat dengan tebing pantai desa Sluke yang curam. 


Pemandangan Laut Utara Jawa dari makam ini sangatlah memanjakan mata. Deburan ombak laut dan luasnya lautan Jawa dipandang dari tebing yang tinggi membuat dada kami berdebar, belum lagi ditambah dengan aroma khas air laut.

 

Sungguh tidak dapat kani tuturkan dengan kata – kata apa yang kami rasakan saat itu.
Perjalanan kami lanjutkan kearah pertigaan jalan yang menuju ke arah desa Langgar.

Disini kami berhenti sejenak untuk menambah perbekalan di sebuah toko klontong, sekaligus menunggu Sipan dan Tulus yang mau menyusul.


 Disini gerimis sempat turun sejenak. Memang dari awal perjalanan kami kali ini mendung hitam selalu mengantung di langit yang sewaktu – waktu bisa menurunkan hujan…bersambung

1 KOMENTAR

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)