Setelah Sipan dan Tulus bergabung kami melanjutkan perjalanan menuju makam Sunan Langgar yang tidak jauh dari pertigaan tadi.

Di komplek makam yang baru dipugar ini, Ahmad (mbah Soleh); anggota LKCB dari desa Manggar bergabung dengan kami. Selanjutnya kami menuju ke makam Sunan Alas di Senetan.

Makam yang terletak tepat dibawah gunung Arga Wastu ini juga masih dalam tahap pemugaran. Gunung Arga Wastu adalah sebuah gunung yang cukup tinggi dan besar dengan hampir 90% kandungan materialnya adalah batu Andesit.

Kami juga melihat bagaimana gunung ini ditambang untuk diambil bongkahan – bongkahan batu besarnya. Dan bagaimana mesin pemecah batu bekerja memecah bongkahan – bongkahan tersebut menjadi yang lebih kecil.

Karena disini pemandangannya begitu mempesona kami sempat mengambil beberapa gambar dengan latar belakang gunung batu tersebut. Si fotografer kecil kita; Nanda langsung beraksi.

Seterusnya komandan kita; Andre segera memerintahkan kita untuk segera melanjutkan perjalanan ke Gedari. Namun ditengah perjalanan kitapun diarahkan untuk berhenti dan mengambil foto ketika ada pemandangan yang bagus.

Memang disepanjang perjalanan menuju Gedari pemandang puncak – puncak gunung di kanan kiri jalan sangatlah bagus. Banyak puncak gunung yang terpisah satu dengan yang lain seolah – olah kita berada dilembah yang dikelilingi jutaan puncak gunung.

Sayang kami harus berhenti karena jalan yang menuju ke Gedari rusak parah. Dan demi keselamatan dan kelancaran perjalanan ini, komandan Andre mengusulkan untuk merubah rute dengan kembali dan langsung menuju Daleman Sunan Bonang dan trus ke Sriombo.

Disini Ahmad (Mbah Soleh) berpamitan dan berpisah dengan rombongan. Rombongan segera kembali ke Lasem dan menuju Daleman untuk melakukan ibadah sholat Asyar di Masjid Sunan Bonang yang baru dan rombongan beristirahat sejenak.

Kira – kira pukul 16:00 Wib rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan menuju makam mbah Brawut (Pr Wirabajra; Adipati Binangun) di desa Sriombo.

Selanjutnya perjalanan kita lanjutkan ke makam mbah Brayut (Pr Wiranagoro) yang berada ujung di utara desa Sriombo dan terletak di dalam hutan pohon Jati.

Suasana hutan yang sunyi cukup membuat buluk kuduk kami berdiri juga. Seterusnya kami menuju makam mbah Senongko. Untuk menuju makam yang konon katanya adalah makam dari anaknya Sultan Mahmud. Kami harus melalui sungai purba.

Makam berada di pojok persawahan desa Sriombo sebelah selatan, yang berlatar gunung Lasem. Pemandangan disini juga sangat menarik hati.

Setelah meninggalkan makam selanjutnya kami menuju ke rumah Syukur di desa Dasun,Lasem dimana Rozak telah membawakan kami ikan Kerapu dari TPI Rembang untuk makan malam kita. Dan istri dari Syukur dan Sutrisno telah membakarnya untuk kita.

Sepertinya doa kami benar – benar didengar oleh Tuhan. Hujan mulai turun sesampai kami di rumah Syukur.

Inilah perjalanan kami yang singkat namun sangat menyenangkan. Kapan – kapan kami berjanji untuk melakukannya lagi. Dan kami berharap Tuhan merestuinya.
Amin.

Diceritakan oleh : Nana’s

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)