Sosok Lo Djeng Thiam yang akrab di panggil Nana Sugianto seorang penggiat sejarah lasem yang aktif di komunitas LKCB ( lasem kota cagar budaya ), sebuah komunitas yang banyak bergerak di bidang kesejarahan .

Semangat dan rasa ingin tahu tentang sejarah Lasem sangat tinggi .
” Nana” adalah nama artis Korea yang diidolakannya ditempelkan sebagai nama depan menjadi Nana Sugianto.
 Ia berobsesi ingin menguak sejarah kerajaan Pucang Sulo , sebuah kerajaan yang pernah ada di kota Lasem pada abad IV.
 Ia sering melakukan jelajah situs antara desa Sriombo sampai Warugunung . Sayang sekali cita-citanya ingin menguak sejarah kerajaan Pucang Sulo kandas,   Tuhan mempunyai kehendak lain .
Dua minggu yang lalu Nana Sugianto melakukan jelajah situs bersama 10 orang anggota LKCB berziarah ke makam kuno mulai kec. Sluke sampai Lasem .
Sesampainya di rumah,  kira-kira seminggu   dada terasa nyeri dan keluar keringat dingin. seketika itu ia di bawa ke RSU Rembang dan langsung masuk di ruang ICU dengan keadaan koma selama 5 hari, setelah 5 hari koma ia meninggal.
Ia dimakamkan di pemakaman Gunung Bugel.Saat saya mengikuti acara pemakaman di gunung Bugel,  saya melihat pemandangan aneh , para pelayat banyak yang dari kalangan muslim.
Banyak sekali dari mereka para pelayat yang mengenakan jilbab dan kerudung, hal ini dikarenakan sosok Sugianto sering berinteraksi dengan warga muslim di Lasem.
 Ia aktif di beberapa komunitas yang anggotanya muslim, selain tetangga  teman komunitas juga banyak yang hadir dari teman sekolah.
Di makam itulah terlihat yang sebenarnya potret toleransi kota Lasem dimana pemakaman seorang Tiong hoa yang baik , ternyata banyak sekali pelayat dari warga muslim.
Nana Sugianto / Lo Djeng Thiam selamat jalan kawanku. Lasem ,Rabu (9/1/2019).

Silahkan Tinggalkan Balasan (Komentar tidak akan muncul sebelum ada moderasi dari admin)