Peninggalan Bersejarah

Prasejarah

  • Situs Kapal Kuno di Punjulharjo, terletak di bagian barat Sungai Kahiringan. Dulu daerah ini masih masuk kawasan Lasem, namun sekarang terletak di Kec.Rembang. Kapal yang ditemukan merupakan Bangaki Kapal Utuh beserta perabotan dan arca kepala, berdasarkan perhitungan secara radiokarbon diketahui bahwa kapal dari abad ke-7 M.
  • Situs Tulang-belulang Manusia Purba Austonesia di daerah BonangLeran
  • Situs Purbakala Plawangan dan Terjan
  • Situs Megalitik Adon Ayam, Desa Bonang

Pada Masa Kerajaan Lasem

Peninggalan Benda Bergerak:

  • Lingga
  • ArcaNandi (di Situs Gebang, Warugunung)
  • Arca Ganesa (di Situs Sawah Candi dukuh Sulo, Sriombo
  • Arca Anjing (di Situs Sawah Kepatihan, Ngemplak
  • Perhiasan abad 14-15 berupa emas dan binggal (di Situs Hutan Sangkrah, Kec. Bulu)
  • KeramikChina abad 14 (di Ngankatan, Pancur)
  • Gerabah dan Barang pecah-belah abad ke-14 (di Caruban, Gedongmulyo)
  • Mata Uang China abad 14 (di Sukorejo dan Tegaldowo

Benda-benda tersebut kebanyakan sekarang berada dan diteliti di Dinas Kepurbakalaan Nasional Jakarta.

Peninggalan Benda tak Bergerak:

  • Goa pertapaan (di desa Kajar)
  • Prasasti Batu Tapak (di desa Kajar)
  • Sumur-sumur tua
  • Pondasi-pondasi Bangunan (terbuat dari bata merah berukuran 20cm-40cm)
  • Bekas Pelabuhan Kahiringan di daerah Caruban, Gedongmulyo dan Pelabuhan Teluk Regol di Bonang.
  • Jangkar kapal Tua abad 14 di Rumah Candu/Lawang Ombo, diduga milik Kapitan Liem.

Peninggalan Seni dan Budaya:

  • Gending karawitan Pathet Lasem dan Sampak Lasem
  • Relief-relief dan arca yang ada di reruntuhan candi
  • motif batik klasik batik Laseman
  • Seni BeladiriPathol (sekarang berkembang pesat di daerah Kragan dan Sarang).

Pada Masa Kadipaten Lasem

Peninggalan Tak Bergerak:

  • Lokasi Bekas Istana Kadipaten Lasem di Binangun
  • Bangunan Masjid Kuno (Masjid Bonang; Masjid Tiban, Gedongmulyo; masjid Kalipang, Sarang)
  • Bangunan Klenteng tua (KlentengCu An Kiong di Jalan Dasun)
  • Bekas Pemukiman (di Bonang, Ngenden, dan Caruban)
  • Kompleks makam kuno (di Bonang, Caruban, Lohgading, dan Nggodo
  • Situs Sunan Bonang
  • Masjid Jami’ Lasem
  • Klenteng Tan Dele Siang Sheng/Biong Bio di Babagan
  • Makam adipati-adipati Lasem
  • Makam Raden Panji Margono, panglimaPerang Kuning antara rakyat Lasem (Tionghoa+Pribumi) melawan VOC
  • Benteng VOC di Bukit Gebang, Warugunung
  • Bangunan Kabupaten Lasem di dukuh Tulis, Selopuro

Peninggalan Bergerak:

  • Kitab Suluk pada masa Sunan Bonang
  • Serat Sabda Badra Santi oleh Adipati Tejakusuma I dan Tejakusuma IV, kemudian digubah kembali oleh R. Panji Kamzah 1825 dan R. Panji Karsono 1920.
  • Alat musik Bonang/Bende lengkap dengan pemukulnya di Kompleks Petilasan Sunan Bonang
  • Seni pagelaran wayang Krucil dan wayang Potehi

(Wikipedia)

Profile LKCB

Dalam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan nasional secara utuh khususnya di Kabupaten Rembang, maka banyak hal-hal yang harus diperhatikan dan diperlukan penanganan khusus. Untuk itu berbagai masalah harus segera diselesaikan dan ditindaklanjuti. Termasuk dalam hal ini adalah pelestarian cagar budaya dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang kurang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Namun masalah tersebut bukanlah masalah yang mudah dan ringan untuk dijawab atau diselesaikan, karena akan melibatkan beberapa pihak yang terkait serta memerlukan banyak tenaga, pikiran, dan bahkan membutuhkan penanganan khusus. Oleh karena penyatuan visi dan misi demi tercapainya maksud dan tujuan di atas..

Geografi, Pemerintahan, Demografi

Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang. Lasem  dikenal sebagai kota santri, kota pelajar dan salah satu daerah penghasil buah jambu dan mangga selain hasil dari laut seperti garam dan terasi. Batik Lasem sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani.

Wisata Batik, Wisata Belanja, Wisata Religi, Wisata Sejarah

Lasem terkenal sebagai Kota Batik terutama Batik Tulis Laseman. Hampir di setiap desa dijumpai pengrajin batik. Selain itu juga terdapat di beberapa desa di sekitar Lasem yang terkenal sebagai desa wisata Batik

Masjid Jami’ Lasem, Lasem Kota Ilmu

Sejak dahulu kota kecamatan ini terkenal sebagai Kota Santri. Peninggalan pesantren-pesantren tua di kota ini dapat kita rekam jejaknya hingga sekarang. Banyak ulama-ulama karismatik yg wafat di kota yg terkenal dgn suhu udara yg panas ini. Sebut saja Sayid Abdurrahman Basyaiban (Mbah Sambu) yang kini namanya dijadikan jalan raya yg menghubungkan Lasem–Bojonegoro, Baidhowi, KH. Khalil, KH. Maksum, KH. Masduki dll. Sebagian makam tokoh masyarakat Lasem ini dapat anda jumpai di utara Masjid Jami’ Lasem. Maka tidak berlebihan jika Lasem berjuluk sebagai kota santri, mengingat banyaknya ulama, Pondok Pesantren dan jumlah santri yang belajar agama islam di kota ini.

This is custom heading element

Kerajaan Lasêm adalah nama sebuah kerajaan bawahan Majapahit yang berdiri di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-14. Kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah baik yang bercorak Hindu, Buddha, maupun Islam, namun pada masa penjajahan Belanda peninggalan yang ada di Lasem dihancurkan oleh Belanda (Naskah Carita ‘Sejarah’ Lasem). Kerajaan Lasem berganti statusnya menjadi Kadipaten Lasem pada abad ke-15 sepeninggalan Pangeran Wiranegara.

Daftar Raja Lasem

Pada saat Pangeran Wiranagara wafat, pemerintahan dipegang oleh istrinya yaitu Nyi Ageng Maloka putri Sunan Ampel dan pusat pemerintahan dipindah kembali ke Bhumi Lasem depan Puri Kriyan dengan gelar Adipati Lasem. Ia dibantu oleh sanak saudara dari pihak suami, Pangeran Santipuspa putra Tumenggung Wilwatikta Mpu Santibadra.