logo lkcb (klik untuk melihat ukuran asli)

Download Logo PNG

Logo Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya format PNG

Download Logo CDR

Logo Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya ini dibuat dengan Corel v.20 (2018)

D

alam rangka mewujudkan cita-cita pembangunan nasional secara utuh khususnya di Kabupaten Rembang, maka banyak hal-hal yang harus diperhatikan dan diperlukan penanganan khusus. Untuk itu berbagai masalah harus segera diselesaikan dan ditindaklanjuti. Termasuk dalam hal ini adalah pelestarian cagar budaya dan peninggalan-peninggalan bersejarah yang kurang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Namun masalah tersebut bukanlah masalah yang mudah dan ringan untuk dijawab atau diselesaikan, karena akan melibatkan beberapa pihak yang terkait serta memerlukan banyak tenaga, pikiran, dan bahkan membutuhkan penanganan khusus.

Oleh karena penyatuan visi dan misi demi tercapainya maksud dan tujuan di atas, dibutuhkanlah suatu wadah atau organisasi yang bisa menampung berbagai kebutuhan yang diperlukan baik kebutuhan materiil maupun spirituil.

Atas dasar itulah Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB) dibentuk pada hari Selasa Wage tanggal Jumat pon tanggal 11 Oktober 2013 pukul 20.00 WIB di rumah Bapak Doddy Handoko Pancur-Rembang. Deklarasi tersebut dipimpin oleh semua anggota organisasi Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB)

 

  1. Yayasan mempunyai maksud yaitu menghimpun potensi yang ada dan berperan aktif melakukan berbagai upaya demi pelestarian pusaka baik ragawi dan tak ragawi yang ada di wilayah Lasem dan atau sekitar Lasem demi terciptanya kesejahteraan seluruh masyarakat dan tercapainya taraf kehidupan yang lebih baik. —————————————————————————————-
  2. Yayasan memiliki tujuan turut memberi kepedulian kepada masyarakat luas yaitu melibatkan diri dalam membantu penanganan pelestarian pusaka ragawi dan tak ragawi yang sedang dihadapi masyarakat baik melalui program yang dirimuskan sendiri atau dengan cara membantu mensukseskan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. —————————————————-
  3. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Yayasan dapat melaksanakan kegiatan usaha: —————————————————————————-
  4. Mendirikan atau menyatukan paguyuban pelestari yang ada di Lasem; ——-
  5. Promosi kepedulian dan pemahaman pusaka; ————————————-
  6. Pengembangan pelestarian pusaka; ————————————————–
  7. Pendidikan pusaka ke sekolah, dan elemen masyarakat; ————————-
  8. Olah desain arsitektur pusaka; ——————————————————-
  9. Pengembangan inventarisasi pusaka; ———————————————–
  10. Kerjasama antar lembaga pelestari untuk menata dan melestarikan pusaka Lasem; ———————————————————————————–
  11. Membangun jaringan pelestarian baik di dalam maupun di luar negeri. ——-
  12. Satu dan lain melaksanakan kegiatan usaha kegiatan usaha lain yang sah dalam arti kata yang seluas-luasnya yang bermanfaat bagi kemajuan Yayasan, dalam rangka pelaksanaan maksud dan tujuan Yayasan sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Yayasan, maksud dan tujuan Yayasan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ———–

Geografi, Pemerintahan, Demografi

Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang. Lasem  dikenal sebagai kota santri, kota pelajar dan salah satu daerah penghasil buah jambu dan mangga selain hasil dari laut seperti garam dan terasi. Batik Lasem sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani.

Wisata Batik, Wisata Belanja, Wisata Religi, Wisata Sejarah

Lasem terkenal sebagai Kota Batik terutama Batik Tulis Laseman. Hampir di setiap desa dijumpai pengrajin batik. Selain itu juga terdapat di beberapa desa di sekitar Lasem yang terkenal sebagai desa wisata Batik

Masjid Jami’ Lasem, Lasem Kota Ilmu

Sejak dahulu kota kecamatan ini terkenal sebagai Kota Santri. Peninggalan pesantren-pesantren tua di kota ini dapat kita rekam jejaknya hingga sekarang. Banyak ulama-ulama karismatik yg wafat di kota yg terkenal dgn suhu udara yg panas ini. Sebut saja Sayid Abdurrahman Basyaiban (Mbah Sambu) yang kini namanya dijadikan jalan raya yg menghubungkan Lasem–Bojonegoro, Baidhowi, KH. Khalil, KH. Maksum, KH. Masduki dll. Sebagian makam tokoh masyarakat Lasem ini dapat anda jumpai di utara Masjid Jami’ Lasem. Maka tidak berlebihan jika Lasem berjuluk sebagai kota santri, mengingat banyaknya ulama, Pondok Pesantren dan jumlah santri yang belajar agama islam di kota ini.

Pada masa kerajaan Lasem, Pada masa kadipaten Lasem,

Situs Kapal Kuno di Punjulharjo, terletak di bagian barat Sungai Kahiringan. Dulu daerah ini masih masuk kawasan Lasem, namun sekarang terletak di Kec.Rembang. Kapal yang ditemukan merupakan Bangaki Kapal Utuh beserta perabotan dan arca kepala, berdasarkan perhitungan secara radiokarbon diketahui bahwa kapal dari abad ke-7 M.

This is custom heading element

Kerajaan Lasêm adalah nama sebuah kerajaan bawahan Majapahit yang berdiri di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-14. Kerajaan ini banyak meninggalkan bukti sejarah baik yang bercorak Hindu, Buddha, maupun Islam, namun pada masa penjajahan Belanda peninggalan yang ada di Lasem dihancurkan oleh Belanda (Naskah Carita ‘Sejarah’ Lasem). Kerajaan Lasem berganti statusnya menjadi Kadipaten Lasem pada abad ke-15 sepeninggalan Pangeran Wiranegara.

Daftar Raja Lasem

Pada saat Pangeran Wiranagara wafat, pemerintahan dipegang oleh istrinya yaitu Nyi Ageng Maloka putri Sunan Ampel dan pusat pemerintahan dipindah kembali ke Bhumi Lasem depan Puri Kriyan dengan gelar Adipati Lasem. Ia dibantu oleh sanak saudara dari pihak suami, Pangeran Santipuspa putra Tumenggung Wilwatikta Mpu Santibadra.